Arah.
Cinta menjadi candu
jalur yang bercabang aku tak mengenali diri ku
kehilangan arah pandang
Dua kepribadian amat melelahkan
hati dan pikiran tak searahkehilangan kuasa atas ku sendiri
menikmati yang tak aku inginkan
Tujuan yang ku anggap itu ego mu
tidak sesederhana ku bayangkan
aku bahagia tapi dimensi berbeda
bukan ini,bukan di sini.
Mimpi-mimpi lain yang seharusnya
munafik aku tidak menikmati nya
menikmati dengan nafsu bukan hati
titik jenuh kembali merundung
Toko baju kecil sudah cukup,
petani dan peternak juga cukup,
vespa kaleng di sore hari
malam dengan suara alam yang sunyi
Masak di dapur untuk makan malam
menjadi imam keluarga kecil
sesederhana aku mencintaimu
Serumit itu kau mencintaiku.
Kata perkata di malam pekat
bidadari terlelap dengan daster
pagi udara dan embun menyapa
menjadi muda dengan alam
menjadi sederhana kita
dengan semua kenangan
saat ini 70% dan 30%
merelakan yang harus di ikhlaskan.
Oleh : Patilasankolot



Komentar
Posting Komentar