Budi yang Berbayar.
Terlalu banyak budi yang harus di bayar.
Melangkah berjalan dengan satu kaki di masa lalu membuat beberapa orang membantu memapah setiap langkah,menggengam tangan yang rapuh untuk meraih,membangun jalan aspal untuk langkah yang lebih cepat. Terimakasih aku ucapkan maaf masih banyak oorang-orang di belakang sana yang belum bisa aku bayar budinya,bukan aku lupa siapa aku di masa lalu atau aku lupa akan siapa yang sudah menjadikan aku seperti sekarang ini.
Dibalik ini semua yang aku raih sekarang yang mungkin terlihat lebih baik dari masa yang lalu,aku masih banyak merasakan sakit dan perihnya tamparan dunia,aku hanya menutupi itu semua agar kalian yang dulu bahu membahu membantu ku setidaknya melihat aku sudah baik-baik saja sekarang.
Aku masih membangun pondasi untuk hidup yang lebih baik,agar aku bisa membayar satu persatu budi yang kalian berikan di kala itu.Maaf tidak melupkan tapi karna terlalu banyak orang di belakang,aku masih memilah dan memilih siapa yang harus aku bayar terlebih dahulu,terimakasih untuk apa yang telah dilakukan sebelumnya terhadapku,aku juga selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian semua.
Menggap ku jahat atau lupa siapa aku sebelumnya,Terimakasih untuk tamparan. Berusaha menutupi penderitaan sekarang yang ku alami aku kira bisa membuatku semkain kuat menjalani hidup yang berat kedepanya sendiri tanpa bantuan orang lain,meskipun bagaimana pun masih membutuhkan orang lain di sekitar ku,tapi setidak nya aku tidak mau banyak merepotkan orang,agar di depan sana tidak banyak budi yang harus aku bayar.


Komentar
Posting Komentar